BANANA Leaf Cafe dari Tanah Papua untuk Kita Semua

BANANA Leaf Cafe dari Tanah Papua untuk Kita semua, atau Cafe BANANA Leaf dirintis di Kota Gudeg Daearah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2014 oleh Jhon Yonathan Kwano dan Roy Karoba. Dalam tahapan pembentukannya Roy Karoba berperan penting karena menyetel keseluruhan cafe sampai berdiri tepat di Jalan Bedreg No. 39, RT/RW: 08/41, Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman 55282, D.I. Yogyakarta.

Pertama kali dipicu oleh kondisi lantai kosong di atap rumah kontrakan yang dikontrak untuk anak sekolah di Kota Gudeg ini. Beberapa kali Kwano dan Karoba naik ke atap rumah dan duduk sambil bercakap dan “ngenet” karena di area ini telah dipasang WiFi gratis oleh PAPUAmart.com yang ada di depan jalan, satu gedung di depannya. PAPUAmart.com berdiri satu tahun sebelumnya dan selanjutnya muncul gagasan mendirikan sebuah cafe untuk menyajikan kopi Papua dan masakan khas Papua.

Ide pertama juga muncul karena ada permintaan konsumen untuk mengetes citarasa Kopi Papua.

Setelah berdiskusi begitu lama, akhirnya, walaupun dengan berat hati dan tanpa pengalaman apapun dalam dunia bisnis, apalagi bisnis Cafe, kedua orang Papua ini berkeputusan, “Kami harus dirikan Cafe bercirikan Papua di Kota Studi Jogjakarta”.

Roy Karoba mulai menghitung anggaran yang dibutuhkan, design bangunan dan bahan yang akan dipergunakan. Hasil diskusi dengan Kwano diputuskan untuk memesan Gazebo.

Gazebo-pun dipesan, dan dalam waktu beberapa minggu saja setelah pesanan, Cafe sudah dibangun. Gazebo ini berbahan Bambu, baik tiang, tembok, maupun kursi yang ada di dalam Cafe.

Sementara membangun keduanya melakukan pendekatan dengan berbagai pihak, termasuk dengan Bank Papua, yang pada waktu itu sudah ada di Tanah Papua. Juga dicarikan investor dengan berbagai cara. Tetapi usaha mereka berdua gagal. Mereka sadar dan menerima fakta bahwa keduanya tidak punya pengalaman, tidak dapat meyakinkan Bank Papua maupun investor lainnya untuk dengan mudah mengambil keputusan berinvestasi dalam pendirian Cafe dimaksud.

Ditambah lagi, perjalanan  PAPUAmart.com yang telah memakan satu tahun juga menunjukkan tanda-tanda tidak ada kemajuan sama sekali. Keduanya tahu persis PAPUAmart.com saja sudah merugi.

Walaupun semua rintangan ini, keduanya tidak perputus-asa. Ada tekad, dan juga lumayad nekad.  PAPUAmart.com disusul oleh BANANA Leaf Cafe.

BANANA Leaf Cafe sudah berusia 2 tahun sekarang (2015) danPAPUAmart.com menginjak usia ke tahun yang ketiga. Keduanya tidak menunjukkan kemajuan apa-apa dari sisi bisnis.

Jhon Yonathan Kwano-pun tidak berputus harapan. Setelah ditinggalkan Roy Karoba, ia pulang ke Tanah Papua untuk mengundang investor lokal dan maju bersama orang Papua di Tanah Papua pada pertengahan tahun 2015 ini.

Hasilnya kini, per tanggal 07 Juli 2015 ini, sedang ditindak-lanjuti sebuah Cafe di Jalan Khalkote, Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, dan sekaligus juga sedang difinalisasi sebuah minimarket PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai, Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Tidak hanya itu, selain BANANA Leaf Cafe mendirikan sebuah Cafe di Khalkote, hari ini, 07 Juli 2015 juga sedang diupayakan sebuah Kendaraan Blakos (Belakang Kosong) yang kemudian akan dirancang menjadi sebuah “Mobile Cafe” dari BANANA Leaf Cafe, perpanjangan tangan dalam hal penjualan Kopi Papua produksi KSU Baliem Arabica yang dikenal dengan nama Baliem Blue Coffee.

No comments

Leave a Reply